Kontak Person

Jumat, 08 Juni 2012

Hadis Larangan Berpacaran


Menurut kalian Apa si itu pacaran ???
Ketemu Pertama  kenalan, Ketemu ke dua suka, ketemu ke tiga jadian, sering jalan bareng, berantem, putus, nangis, cari pacar lagi.
Udah tau kaya gitu tapi masih aja suka pacaran, namanya juga perasaan si ga bisa di paksakan. Tapi kalau suka sama suka apa harus selalu pacaran gitu. ADAKAH CARA LAIN..?
Ada beberapa hadis yang melarang berpacaran seperti di bawah ini:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32).
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur : 30)
“Janganlah kau terlalu lembut bicara supaya [lawan-jenis] yang lemah hatinya tidak bangkit nafsu [syahwat]-nya.” (QS al-Ahzab [33]: 32)
“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.”  (HR. Bukhori dan Muslim)
Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu`jam Kabir 20/174/386)
“Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai’at. Beliau tidak memba’iat mereka kecuali dengan mangatakan: “Saya ba’iat kalian.” (HR. Bukhori)
“Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik , Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Telah berkata Aisyah ra, “Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataaan.” (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).
“Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram” (HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)
“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.”(HR. Ahmad)
Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang [lawan-jenis] yang [membangkitkan syahwat] tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR. Muslim).
Allah menganugerahkan perasaan cinta, sehingga sudah sewajarnya kita bisa merasakan rasa cinta, tapi sebelum halal dengan seseorang yang  dicintai, janganlah melampaui batas yang sudah ditentukan, curahkan segala perasaan padaNYA. Pasrahkan segala sesuatu yang terjadi ,sesungguhnya Dia maha mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya.

Seorang pria yang benar - benar mencintai kekasihnya dia akan tau mana yang terbaik untuk kekasihnya bukan dengan cara merenggut kehormatannya, dia akan selalu menjaga kesucian wanita yang dicintainya sebelum halal baginya.

"Cintailah seseorang yang mencintaiNYA"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar